ULTIMATUM

SEMUA SERIAL DAN FILM YANG SAYA BAHAS DAN ULAS ADALAH BENAR BENAR TELAH SAYA LIHAT DAN BUKAN HASIL DARI MENJIPLAK DARI ULASAN PIHAK LAIN - TERIMAKSIH TELAH BERKUNJUNG KE BLOG SAYA




Sabtu, 08 Agustus 2009

INDONESIA VS KOREA



KASUS 1
memang tidak semua serial korea enak untuk diikuti. hal ini berkaitan dengan selera dan plot cerita yang di tawarkan. perbedaan budaya dan sejarah yang berbeda membuat kita sedikit janggal melihat serial korea. namun persamaanya adalah keduanya berasal dari benua ASIA, sehingga berbagai hal kebiasaan juga relatif sama. tabu berciuman tabu untuk pamer aurat dan budaya sopan santun terhadap orang yang lebih tua. dan terakhir.... makan nasi...!!!

Pada dasarnya pola cerita dari serial korea dengan sinema indonesia tidak jauh berbeda dari segi tema. Tema yang paling dasar adalah percintaan. namun serial korea memilki segi kualitas yang lebih di bandingkan dengan sinema indonesia. baik dari rajutan emosi dan terlebih dari segi kulitas gambar. jika indonesia masih menggunkan tehnologi gambar video, maka korea sudah menggunakan gambar kulitas HD yang lebih jernih diatas dari DVD. bukan berarti saya tidak nasionalis, namun dari berbagai film indonesia yang saya tonton hampir 90 % aku tertidur di dalam bioskop atau di depan tivi alias jelek...
plok plok plok plok.... korea menang....


kasus 2

yang sangat tidak saya sukai dari serial indonesia dan serial korea adalah pengambilan gambar yang close up zoom. bagi saya sangat tidak enak melihat kepala memenuhi layar, meskipun pemeran itu secakep apapun. gerak badan dan setting sekitar sangat mempengaruhi hasil dari sebuah serial... ( busyet... akhir akhir ini tulisan saya mulai serius kayanya... ). hal ini selalu dilakukan para sutradara spesialis kejar tayang. bayangkan untuk suatu sinetron indonesia bahkan ada yang shooting siang ini dan di tayangkan malam harinya....
makanya jangan heran jika adegan yang ada di layar hanya kepala kepala pemeran utama yang saling bersahutan di layar tivi.....
untuk sebuah episode di korea rata rata di kerjakan dalam waktu 3 sampai 4 hari. waktu yang cukup lumayan mepet. berbeda dengan serial di amerika dimana ketika serial di tayangkan sang pemeran hanya tinggal menyelesaikan 3 atau 4 episode akhir...
plok plok plok plok... korea menang ...

KASUS 3
jika episode yang di jadikan perbandingan, maka bersorak bahagialah kita menang di bandingkan dengan serial korea. seri sinema di Indonesia dapat di katakan nyaris tak terhitung. panjangnya cerita dan episode yang di panjang panjangkan sangat menguras emosi penonton ( dalam arti emosi yang sebenarnya...pingin memaki maki maksudnya ). namun serial korea jika suatu serial mau di panjangkan maka tidak akan sepanjang serial yang ada di Indonesia
plok plok plok plok... Indonesia menang.....


KASUS 4
dari segi pemeran utama dan para pemainnya sepertinya bintang Indonesia lebih bervariataif di bandingkan dengan serial korea. konsepnya tetap sama. menjual muka manis imut dan cakep untuk menjaring penonton. pemain serial di Indonesia dapat dikatakan ratusan atau mendekati ribuan. sedangkan serial korea di dukung oleh manajemen artis yang bisa booking. jika suatu manajemen artis berhasil menggaet serial tersebut maka pemerannya sebagian besar dari manajemen artis tersebut. makanya jangan heran jika melihat serial korea kayanya pemerannya bersifat paketan. he he he ...
plok plok plok..... indonesia menang...




2 komentar:

support and comment